Begitulah kata kata mutiara yang di baca oleh Jalih di satu robekan majalah yang baru saja ia pungut dari jalanan sewaktu ia pulang melamar kerja. Seperti biasa acara lamaran itu hanya mimpi yang belum nyata bagi seorang Jalih. Jalih seorang pemuda berkulit hitam mateng, mungkin karna saking hitamnya, dia sering disebut bayi yang selalu dijemur di atas genteng hehehheh(kaya kerupuk gendar jah). Walaupun begitu dia sering menyebut dirinya manis, dia punya prinsip "hitam-hitam kereta api, biar hitam yang penting tahan api" ( ga nyambung bgt kan!!!!!!). Dia sudah tiga tahun hidup dalam belenggu pengangguran, untuk yang satu ini dia punya alasan, kenapa dia menganggur. "Gw pengangguran juga pengangguran tehormat kale,,,, emang ajah belum ada perusahaan yang beruntung dapetin gw" begitulah jawaban dia saat di tanya oleh beberapa tukang ojek yang sangat menggemari kulitnya. Tapi sebenarnya, ia melamar kerja tak semdirian. Dia punya teman, yang lebih tepatnya dibilang soulmate Zainal arifin, putra asli betawi ini lebih seneng kalo di panggil “Vincent” tapi anak anak yang laen ga ada yang setuju dengan nama tsb.
“yaelah tiap hari makan KANGKUNG jah juga, pake segala nama diganti Vincent” begitulah jawab anak yang di paksa untuk memanggil Vincent.
Dan alhasil anak anak tetap memanggil dia IPIN, ipin ini tetangganya Jalih, kemana mereka selalu berdua, termasuk melamar kerja. Tapi sayang sejuta sayang, kini Jalih harus sendirian memikul LEBEL seorang pengangguran. Ipin sudah meninggalkan dunia pengangguran setelah ia ikut abangnya bekerja di sebuah PERSEROAN TERBATAS daerah bekasi. Blum tahu PT yang bergerak di bidang apa, tapi anak anak sependapat, kalo PT ipin tempat bekerja itu bergerak di bidang PERTUKARAN ORANG ORANG JELEK ANTAR NEGARA. Hahahaha
Memang parah anak anak kampung tempat Jalih dan Ipin di besarkan ini, tapi mereka berdua tak pernah merasa tersinggung. “ Biasa kalo orang keren banyak yang sirik” begitulah kata kata yang terucap dari bibir mereka.
Terlepas dari itu semua Jalih kini harus mendapatkan pekerjaan. Semangat yang terus muncul dalam hatinya, dia pun terus berjalan mencari pkerjaan, meski keringat telah melumer di pucuk hidungnya, meski bibirnya sudah berwarna ungu.
Dia pun beristirahat sebentar dibawah pohon rambutan, sambil sesekali mengurut tenggerokannya. Memang hari itu panas bukan main, Jalih yang memang dasarnya sudah hitam, jadi tambah geseng sajah dia, tapi jangan salah justru panas yang bkan main itu terkadang jadi awal turunnya hujan loh!! Gag percaya? Tanya jah ma mbah GOOGLE hehehehe. Dan ternyata benar saja, setelah Abdi menguap untuk yang ketiga kalinya, hujan pun datang dengan malu-malu. Berawal hanya gerimis tiba-tiba deras. Dan Jalih pun terpaksa berlari mencari tempat berteduh, tujuannya cuma satu agar kulitnya tak luntur kena air hujan hehehehe. Tapi sewaktu ia mau menuju tempat berteduh, ia sempat kena cipratan air becekan dari motor yang lewat. Yang lebih parah yang mengemudikannya anak SMA tanpa meminta maaf malah ia menghardik Jalih “ woy udah bosan hidup lo” teriak bocah SMA.
“ songong lo, dasar ga punya aturan” bales Jalih dengan muka yang angker.
Tak berapa lama Jalih sampe di tempat yang dituju. Denagn hati yang masi dongkol ia mengusap mukanya yang kena air becekan tadi. Saat itu terdengar suara aneh yang sangat kencang BRUGGGG seperti suara tabrakan. Dan benar saja ternyata ada tabrakan di dekat tempat Jalih berteduh. Jalih termenung sesaat, hujan semakin deras, orang tak banyak yang tahu akn hal ini, karna hujan yang begitu derasnya. Tanpa pikir panjang lagi Jalih pun segera berlari menghampiri orang yang tabrakan itu, dan ternyata oh GOOD.... ternyata yang kecelakaan bocah SMA yang tadi menyimpratkan air becekan ke wajah Jalih.
Jalih semakin bingung, orang –orangpun baru pada dating menghampiri, mereka sama bingungnya. Mobil yang menabrak bocah itu lari hal ini membuat suasana semakin rumit. Tak lama Jalih dan orang-orang membawa bocah itu ke taksi yang telah di stop. Bocah itu tak sadrkan diri, dan terus mengeluarkan darah dari kepala dan hidungya( bukan mimisan loh...).
Sampai di rumah sakit bocah tersebut di bawa ke ruang UGD, hanya Jalih yang tinggal menunggui bocah tersebut. Khawatir, cemas, takut campur aduk di pala Jalih. Dia takut di suruh bayar ongkos rumah sakitnya hahahaha. Tak lama kemudian si dokter pun keluar dari ruang UGD , langsung dengan semangt Jalih menanyakan keadaan bocah itu.
“ gimana dok?” Tanya Jalih dengan tergesa.
“ maaf mas, anak ini telah mengeluarkan darah yang cukup banyak, maka kita perlu mencari darah untuk anak ini” tukas si dokter
“ memang golongan darahnya apa dok?”
“ pokonya darahnya sulit di cari, dan termasuk darah langka, karena termasuk darah ningrat. Tampang kaya mas mah ga bakal punya darah golongan ini” ungkap dokter dengan sinisnya.
“ jangan sembarangan dok, saya ini keturnan raja loh” (raja ngutang) hehehehe bales Abdi dengan sengitnya.
“ ok, kalo gitu kita cek ya, apakah golongan darah kamu ....”
“ siapa takut”
Dan benar saja ternyata darah Jalih sama dengan darah bocah SMA itu. Dan akhirnya selamatlah bocah SMA itu.
***
Dan akhirnya orang tua bocah tersebut dating dengan muka yang sangat panik.
“ Malam dok,, gimanah keadaan anak saya?” Tanya
“ oh bapak, orang tuanya Ramzi( nama bocah SMA)” Tanya dokter
Berceritalah si dokter kepada pak Edi, bapak nya Ramzi. Ia cerita dari nulai awal terjadi tabrakan dan ia juga member tahu, siapa orang yang paling berjasa dalam hal ini.
“ bisa saya bertemu dengan saudara Jalih, dok?” Tanya pak Edi
“ ia dok, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada orang itu” tambah istri pak Edi
“ bisa kok, mari saya antar” tukas dokter
Mereka pun menemui Jalih yang sedang istirahat di tempat pengambilan darah tadi.
“ misi, mas Jalih bagaimana keadaan anda?” sapa dokter
“ oh ia dok, saya baik-baik sajah dok” jawab Jalih dengan suara yang masi lemah
“ kenalkan, ini orang tua dari anak yang tadi kamu tolong” imbuh dokter seraya menunjuk kedua orang tua Ramzi.
“ oh,, kenalkan pak,,bu saya Rojalih, biasa di panggil Jalih” ungkap Jalih sambil mengulurkan tangannya.
“saya bapak nya Ramzi, dan in ibu nya, kami tak tau harus mengucapkan terimakasih yang sperti apa kepada nak Jalih, nak Jalih begitu baik sampai-sampai anda rela mempertaruhkan nyawa anda demi anak yang anda tak pernah kenal sebelumnya” suara pak Edi yang terisak karena menahan tangis.
“ ia nak Jalih, kami tak tau apa yang terjadi pada Ramzi anak kami kalau tak ada nak Jalih kami berhutang budi kepada anda” tambah istri pak Edi yang sudah tak kuat membendung air matanya.
Melihat kejadian seperti ini Jalih jadi merasa serba salah. Ia tak enak di bilang seperti itu.
“ maaf ibu dan bapak, ini semua karena izin ALLAH semata, saya hanya perantara bersyukurlah kepada ALLAH, dialah yang maha penyayang”. Jawab Jalih dengan bijaksana.
Dalam hal ini Jalih memang ikhlas dalam menolong, akhlak yang mulia ini dia dapati dari didikan orang tua nya dan di bantu oleh H. Natsir selaku guru ngaji Jalih.
Menangislah kedua orang tua itu, mereka merasa malu dengan dirinya sendiri. Mereka sering melupakan ALLAH hanya demi menghidupi dunia yang fana ini, jarang terbesit dalam pikiran mereka bahwa kehidupan setelah kematian itu memang benar ada.Dan mereka lupa kalau ALLAH lah penguasa dunia ini, mereka hanya beranggapan apa yang di hasilkannya adalah jerih payah dirinya sendiri. Beda dengan Jalih meski ia terlahir dari keluarga yang tak mampu tapi ia yakin hidup ini ada yang mengatur. Dan ia sangat percaya bahwa ALLAH maha baik dan lagi penyayang kepada seluruh makhluk. “ALLAH TAK AKAN MERUBAH KEADAAN SUATU KAUM, TANPA ADA PERUBAHAN DARI KAUM TERSEBUT”.itulah ayat AL-QUR’AN yang selalu ia jadikan penyejuk hati kala ia di tolak mentah-mentah oleh suatu perusahaan. Karena kesuksesan akan terasa indah apabila kita meraihnya dengan susah payah dan di ridho’I ALLAH SWT.
***
Seminggu telah berlalu, banyak hal yang telah terjadi dalam hidup Jalih, yang membuat ia semakin mengerti akan perjuangan hidup ini, di mana manusia harus berusaha untuk memenhi kebutuhan di dunia tapi tanpa melupakan yang membuat dunia dan seisinya yaitu ALLAH SWT.
Dan hari ini terasa begitu cerah untuk seorang Jalih, tersimpul senyum penuh semangat dari bibirnya yang agak jebleh hehehehe. Kini ia pun berangkat ke perusahaan yang seminggu lalu ia melamar pekerjaan. Ia datang karena dapat panggilan dari perusahaan itu. Sesampai nya di sana ia langsung bertemu dengan manager perusahaan. Dan tak di sangka Jalih di terima bekerja di perusahaan tsb. Dan lebih hebat nya ia langsung di jadikan kepala gudang, dengan gaji di atas UMR dan fasilitas yang memadai seperti kendaraan motor untuk ia gunakan pergi ke kantor.
“ ALHAMDULILLAH YA ALLAH” ucapan syukur yang tiada hentinya di ucapkan oleh Jalih.
Memang terdengarnya tidak masuk akal, dengan pendidikan Jalih yang hanya lulusan SMA. Sulitnya rasanya untuk menempati possisi itu dan mendapatkan berbagai fasilitas yang lumayan mewah. Tapi tak ada yang mustahil bagi ALLAH SWT untuk merubah nasib seseorang. Apa lagi seorang Jalih yang memang dasrnya yakin akan kebesaran ALLAH an tipe pekerja keras, berhati ikhlas. Dan sekarang label pengangguran Jalih telah tergantikan dengan label sukses.
TAMAT
RSS Feed
Twitter
00.02
ilhamsaputra